Ternyata, Harga Kulit Harimau Mahal Banget

Populasi Harimau Sumatera kian terancam akibat perburuan liar untuk mendapatkan kulitnya.

Buktinya, Minggu (23/4) lalu, dua pelaku AS (57) dan SY (55), diamankan Saterskrim Polres Bungo, Jambi, karena kedapatan membawa selembar opset atau kulit harimau senilai Rp 60 juta.

Pada ekspos kasus yang dilakukan oleh Polres Bungo, kemarin (25/4), diketahui bahwa kulit harimau itu dari jenis harimau Sumatera. Panjangnya sekitar 155 senti. Kondisinya sudah kering, siap jual.

Polisi menangkap AS (57) warga Desa Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat; dan SY (55) warga Jalan Gunung Merapi, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai, Provinsi Riau.

Mereka ditangkap di halaman SPBU Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, saat hendak melakukan transaksi.

Polisi yang sebelumnya mendapat informasi tentang rencana tersebut, langsung menuju ke lokasi.

Di sana, anggota melihat satu unit mobil Toyota Vios warna silver dangan BH 1072 KM terparkir. Curiga, polisi lalu mendekati mobil tersebut.

Di dalamnya ada AS dan SY. Setelah digeledah, polisi melihat tas warna merah di bangku belakang. Setelah dibuka, isinya selembar kulit harimau.

Alhasil, keduanya pun digelandang ke Mapolres Bungo. Polisi juga mengamankan satu unit tas warna merah, satu unit handphone Nokia, satu unit handphone Samsung dan satu unit Blackberry.

Hasil interogasi, AS berperan sebagai orang yang akan menjual barang tersebut. Sementara SY merupakan perantara kepada si calon pembeli.

“Kulit harimau itu rencananya akan dijual seharga Rp 60 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Afrito M Macan, kemarin.

Menurut dia, pihaknya sudah mengantongi identitas pembeli dan pemburu Harimau Sumatera itu.

Sementara itu, Kasi Wilayah 1 Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Jambi, Pitra Panderi, mengatakan, harimau ini diduga diambil dari hutan lindung di wilayah Provinsi Riau, dan diperjualbelikan di Kabupaten Bungo.

“Diperkirakan kulit harimau ini sudah dikeringkan sekitar satu bulan yang lalu,” kata dia.

Pihaknya belum bisa memastikan umur harimau malang tersebut. Namun melihat ukuran kulitnya, diperkirakan harimau itu baru masuk usia remaja.

Putra menambahkan, dalam kurun waktu 2016 dan 2017, pihaknya sudah menangani 11 kasus serupa di Provinsi Jambi. Bahkan sebelumnya pernah bekerja sama dengan kepolisian di Provinsi Sumatera Barat.

Menurut dia, dari informasi dan pengembangan polisi, sindikat penjual kulit harimau ini ada yang merupakan jaringan, ada yang pemain tunggal.

“Ini merupakan kejahatan antarprovinsi yang sudah menjadi target kita dan kepolisian,” kata dia, seperti diberitakan Jambi Independent (Jawa Pos Group).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 40 ayat 2 jo dan pasal 21 ayat 2 UU RI No 5 tahun 1990, dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Data dari situs resmi WWF, http://www.wwwf.or.id, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kini sudah terancam punah.

Tahun 2004, jumlah populasi harimau Sumatera di alam bebas hanya sekitar 400 ekor saja. Kini tentunya kian sedikit.

Harimau Sumatera menghadapi dua jenis ancaman untuk bertahan hidup. Pertama, kehilangan habitat karena tingginya laju deforestasi.

Dan kedua, harimau terancam oleh perdagangan illegal bagian-bagian tubuhnya untuk obat-obatan tradisional, perhiasan, jimat dan dekorasi. Harga tinggi di pasar gelap membuat perburuan harimau kian banyak.

Harimau Sumatera memiliki tubuh yang relatif paling kecil dibandingkan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini.

Jantan dewasa bisa memiliki tinggi hingga 60 cm dan panjang dari kepala hingga kaki mencapai 250 cm dan berat hingga 140 kg. Harimau betina memiliki panjang rata-rata 198 cm dan berat hingga 91 kg.

Warna kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


one × 2 =