5 CJH Riau Tidak Penuhi Syarat Kesehatan untuk Berangkat

Photo: TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG

 

Secara persentase kesehatan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Riau dengan Risiko Tinggi (Risti) tahun ini mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2017 silam.

Tahun ini jumlah CJH dengan Risti hanya 73,93 persen sedangkan tahun lalu mencapai 82 persen.

Ini disebabkan Pada tahun 2018 ini juga terjadi perubahan kebijakan oleh Kementerian Agama dimana hasil pemeriksaan kesehatan menjadi syarat pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dan bagi jemaah haji yang tidak istithaah (Memenuhi syarat kesehatan)  tidak dapat melunasi BPIH serta penetapan pelunasan yang dipercepat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga terjadi perubahan dalam pencatatan hasil pemeriksaan kesehatan jemaah haji dari menggunakan Buku Kesehatan Jemaah Haji (BKJH) menjadi Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH).

“Kita bersyukur juga erubahan kebijakan tersebut cepat di adapatasi oleh Tim Penyelenggaran Kesehatan Jemaah di Provinsi maupun di Kabupaten sehingga tidak menjadi hambatan dan masalah dalam penyelenggaraan kesehatan haji, “ujar Mimi Yuliani Nazir kepada Tribun Kamis.

Menurutnya secara keseluruhan kondisi kesehatan jemaah haji, jemaah haji Risti masih cukup tinggi yaitu sebesar 73,93 persen. Hal ini tentunya beban petugas kesehatan haji yang mendapingi jemaah di kloter maupun PPIH.

“Selain itu suhu yang cukup tinggi di Arab Saudi akan memperburuk kondisi kesehatan jemaah haji risti apabila tidak dijaga dengan baik. Juga berita dari Kementerian Kesehatan bahwa Mers-CoV juga masih menjadi ancaman bagi jemaah haji,” jelas Mimi Yuliani Nazir.

Sesuai hasil tes kesehatan Calon Jemaah Haji (CJH) Riau, yang Memenuhi Syarat hanya 927 atau 17,48 persen dan Memenuhi Syarat dengan Pendampingan sebanyak 4353 atau 82,10 persen.

” Tidak Memenuhi syarat sementara 17 orang dan tidak memenuhi syarat 5 orang dimana ada yang menderita Kanker stadium IV, Dimensia, Hamil dan Gagal Ginjal, “jelas Mimi.

Untuk pengelompokan umur sendiri CJH Riau terbanyak pada usia lanjut dimana usia 50 keatas mencapai 69 persen sedangkan usia dibawah 50 tahun hanya 31 persen.

Pada Tahun 2018 jumlah kloter CJH Riau menurut Mimi Yuliani sebanyak 11 kloter penuh dan 2 kloter gabungan. Untuk kloter penuh semua petugas berasal dari Provinsi Riau melalui Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang terdiri dari 11 dokter dan 22 perawat dan Tenaga Kesehatan Haji Daerah (TKHD) 3 dokter dan 1 perawat.

“Saya minta kepada tenaga kesehatan yang berangkat untuk luruskan niat dan bulatkan tekad untuk melayani tamu-tamu Allah, “ujar Mimi.

Petugas juga diharapkan membekalkan diri dengan keikhlasan tanpa berharap apa-apa. Semoga keikhlasan tersebut menjadi kenangan indah dihari tua, dimana pernah melayani tamu Allah.” Sabar menjadi modal utama karena anda akan menemui ketidaknyaman selama mengawal disana, “ujar Mimi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau Ahmad Supardi Hasibuan mengatakan sampai saat ini belum ada Jemaah Calon Haji (CJH) asal Riau yang batal berangkat baik itu karena sakit ataupun meninggal.

“Sejauh ini belum ada yang batal berangkat karena sakit atau meninggal, semuanya masih sesuai jumlah semula, kita berharap tidak ada yang batal berangkat, “ujar Ahmad Supardi Hasibuan kepada Tribun Kamis (12/7).

Jika terjadi pembatalan keberangkatan baik itu disebabkan halangan meninggal atau sakit, maka menurut Supardi tidak bisa lagi untuk diganti CJH lain yang berangkat tahun ini juga.

“Makanya kita menghimbau CJH jaga kesehatan dan kebugaran sehingga tidak ada kendala dalam menjalankan ibadah nantinya, “ujar Supardi.

Apalagi cuaca di Arab Saudi berbeda jauh dengan udara di tanah air, maka setiap CJH harus persiapkan fisik yang prima.

Sebagaimana diketahui jumlah keseluruhan CJH Riau yang akan berangkat gunakan embarkasi Batam sebanyak 5. 050 ditambah petugas 60 orang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


three × four =