Pemantauan Hilal di Riau oleh Kemenag Hanya Dilakukan di Bengkalis, Ini Alasannya

Foto : darkroom.baltimoresun.com

 

Kementerian Agama Wilayah Riau tahun ini hanya melakukan pemantauan Hilal sebagai pertanda memasuki bulan Ramadan di Pulau Bengkalis Selasa (15/5/2018).

Tahun ini satu tempat saja.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau Ahmad Supardi Hasibuan.

Menurutnya pemantauan Hilal di Bengkalis karena pemandangan lebih jelas langsung ke arah laut.

“Tahun ini dilakukan di Bengkalis saja karena memang pemantauannya ke arah laut dan akan kelihatan nanti lebih jelas,”ujar Ahmad Supardi Hasibuan kepada Tribunpekanbaru.com.

Tahun sebelumnya Kemenag melakukan pemantauan dibeberapa lokasi pemantauan Hilal diantaranya di Gedung Surya Dumai Pekanbaru dan Minas serta Bengkalis.

“Kalau tahun lalu ada beberapa titik tempat pemantauan Hilal di Riau, tahun ini saja yang fokus di satu tempat, “ujarnya.

Menurutnya sesuai kesepakatan tahun ini 1 Ramadhan akan dimulai pada Kamis (17/5) dimana sepakat dengan Muhammadiyah dan NU juga, karena pemantauan Hilal hanya dilakukan Selasa (15/5) sedangkan Rabu sudah tidak ada lagi.

“Kemungkinan nanti yang berbeda itu pada Lebarannya kalau puasa sepertinya sama, “ujar Ahmad Supardi.

Dalam kesempatan ini Ahmad Supardi juga mengajak masyarakat untuk bergembira menghadapi ramadhan, dan menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan yang ditunggu.

“Mari memperhatikan fakir miskin dan puasa ini untuk perhatian kita sesama, karena makna berpuasa juga untuk saling berbagi dan merasakan sesama, “ujar Ahmad Supardi.

Sementara adanya isu bom dan bom yang meledak di Surabaya, Kemenag juga menghimbau seluruh masyarakat untuk menciptakan suasana kondusif.

“Kepada semuanya waspada dan berhati-hati jangan sampai ada kericuhan yang merugikan kita. Kita fokus kepada pelaksanaan ibadah ramadhan dengan baik, “ujarnya.

Ahmad Supardi juga meminta bagi yang tidak menjalankan puasa hormati yang berpuasa, jika mau makan, maka hendaklah makan di rumah jangan sampai ditengah jalan mengganggu yang lain.

” Warung juga harus tutup dan menghormati, kecuali yang non muslim dan warung di jalan lintas, “ujarnya.

Source :

Tribun News

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


seventeen + six =